
Entri Populer
-
Bahan : 250 gram Kikil sapi potong2 kecil 5 bh bawang merah iris tipis 3 siung bawang putih iris tipis 5 bh cabe hijau besar potong bulat 1 ...
-
Bakpau, cemilan favorite sekeluarga. Penasaran.. bikin bakpau cuma empuk pas keluar dari kukusan.. setelah melalui percobaan dengan berbaga...
-
Bahan : 250 gr daging sapi/ ayam giling 1 bh tahu putih giling 2 btr telur, kocok lalu dadar, sisihkan wortel, kupas iris tipis kembang kol ...
-
Efek positif game cooking mama, si nonik tiba-tiba minta dibuatin nasi goreng cumi pake resep di game... ada-ada aja..., jadi mama cooking d...
-
Bahan : 10 btr Telur Ayam / Telur puyuh 250 gr udang sedang kupas 8 bh bawang merah iris halus 5 bh bawang putih iris halus 5 bh cabe merah ...
-
Tradisi perayaan tahun baru Imlek juga tampak dari hidangan kue yang disajikan. Salah satu ciri khas kue yang cukup populer dimasa perayaan ...
-
Baha n A : - 500 gr terigu segitiga - 11 gr ragi instant - 200 ml susu cair dingin - 4 btr kuning telur Bahan B : - 100 gr mentega tawar - 1...
-
Bahan : 1 ikat sayur koiling 3 bh bawang merah iris tipis 2 bh bawang putih iris tipis 2 bh cabe keriting iris tipis 1 sdt saus tiram garam ...
Sabtu, 19 Februari 2011
Sup Eggroll
Cah Koiling
Bahan :Rabu, 02 Februari 2011
Sabtu, 29 Januari 2011
Jumat, 28 Januari 2011
Sambal Goreng Tauco
Bahan :Selasa, 25 Januari 2011
Donat
n A :Tradisi Kue Keranjang

Tradisi perayaan tahun baru Imlek juga tampak dari hidangan kue yang disajikan. Salah satu ciri khas kue yang cukup populer dimasa perayaan tahun baru Imlek ini yakni kue keranjang bulat.
“Keberadaan kue keranjang bulat ini bukan sekadar tradisi begitu saja, akan tetapi ada kisah yang melatar belakangi, mengapa sampai perayaan Imlek itu menghidangkan kue keranjang?” tutur tokoh Tionghoa, XF Asali (Lie Sau Fat) .
Dijelaskan, dalam kepercayaan zaman dahulu, rakyat Tiongkok percaya bahwa anglo (tempat masak) dalam dapur di setiap rumah ada dewa-nya yang dikirim oleh Yik Huang Shang Ti (Raja Surga). Dewa itu juga sering dikenal dengan sebutan Dewa Tungku, yang ditugaskan untuk mengawasi segala tindak tanduk dari setiap rumah dalam menyediakan masakan setiap hari.
Maka setiap akhir tahun tanggal 24 bulan 12 Imlek (atau h-6 tahun baru), Dewa Tungku akan pulang ke surga serta melaporkan tugasnya kepada Raja Surga. Maka untuk menghindarkan hal-hal yang tidak menyenangkan bagi rakyat, timbullah gagasan untuk memberikan hidangan yang menyenangkan atau hal-hal yang dapat membuat Dewa Tungku tidak murka. Sehingga nantinya, jika ia laporan ke Raja Surga, menyampaikan laporan yang baik-baik dari rakyat yang diawasinya.
Bagaimana caranya supaya Dewa Tungku tidak murka, yang menyampaikan laporan baik-baik saja pada Raja Surga? Akhirnya, warga pun mencari bentuk sajian yang manis, yakni kue yang disajikan dalam keranjang. Maka disebutlah kue keranjang, yang sudah mentradisi setiap tahun disajikan untuk merayakan tahun baru Imlek.
Dalam menyajikan kue untuk Dewa Tungku, kue keranjang yang manis tersebut, juga ditentukan bentuknya yakni harus bulat. Hal ini bermakna, keluarga yang merayakan Imlek tersebut dapat berkumpul (minimal) satu tahun sekali, serta tetap menjadi keluarga yang bersatu, rukun, bulat tekad dalam menghadapi tahun baru yang akan datang. Tradisi ini pun dibawa terus secara turun temurun, sampai sekarang ini.
Kini, kue keranjang tersebut sudah mulai banyak di pasar, dengan ukuran yang kecil sampai yang besar. Dalam kepercayaan, kue tersebut juga disajikan di depan altar, atau di dekat tempat sembahyang di rumah. Semua ini, disajikan dalam rangka menyambut tahun baru Imlek, yang sekarang ini hanya tinggal beberapa hari lagi. Maka sudah seharusnya, kue keranjang tersebut sudah disajikan, agar Dewa Tungku tidak murka.
Ternyata tradisi kue keranjang ini juga tidak hanya oleh warga Tionghoa merayakan Imlek, hari raya Idul Fitri pun ada umat Islam yang menyuguhkan kue keranjang, yang sudah memasyarakat itu. Artinya, kue tersebut sudah menjadi milik masyarakat luas, yang sudah tidak asing lagi.
Bentuk-bentuknya juga bermacam-macam, dari yang kecil sampai yang besar, namun rasanya yang khas, menjadikan kue keranjang diminati oleh banyak orang. Tak hanya itu, kue keranjang juga dikenal cukup awet dan tahan beberapa hari. Sehingga, dapat disajikan kapan saja. Bahkan, setelah Imlek pun juga masih dapat disajikan.
Sumber : www.dnaberita.com
Nasi Goreng Cumi

Efek positif game cooking mama, si nonik tiba-tiba minta dibuatin nasi goreng cumi pake resep di game... ada-ada aja..., jadi mama cooking deh.... hasilnya enak..enak..enak...
Oseng-oseng Kikil

Bahan :
Si Landak Imoet

Bakpau, cemilan favorite sekeluarga. Penasaran.. bikin bakpau cuma empuk pas keluar dari kukusan.. setelah melalui percobaan dengan berbagai resep baik online maupun offline.. ketemu deh resep yang kelihatannya oke bener... sekali coba berhasil..berhasil...berhasil..... hurraayyy..... Dora mode on... wkwkwk...
Bahan A:
400 gr tepung terigu protein rendah
100 gr tepung Tang Mien
11 gr ragi instan
25 gr susu bubuk
100 gr gula halus
5 gr Baking Powder
Bahan B:
275 cc air dingin
Bahan C :
70 gr mentega putih
5 gr garam halus
Cara membuat:
- Campur bahan A, aduk rata. Tuangi Bahan B, uleni hingga bergumpal-gumpal. Beri bahan C, uleni terus hingga kalis elastis.
- Timbang adonan 30gr, bulatkan hingga licin. Istirahatkan selama 30 menit.
- Tipiskan adonan, beri bahan isi, bulatkan atau bentuk sesuai selera. Istirahatkan lagi selama lk. 20 menit hingga mengembang ringan.
- Kukus Bakpaow 20 menit hingga matang.



