Entri Populer

Jumat, 28 Januari 2011

Sambal Goreng Tauco

Bahan :
10 btr Telur Ayam / Telur puyuh
250 gr udang sedang kupas
8 bh bawang merah iris halus
5 bh bawang putih iris halus
5 bh cabe merah besar potong 1 cm
5 bh cabe hijau besar potong 1 cm
5 sdm tauco
2 btg serai, ambil bagian putihnya, iris 1 cm
Santan kental dari 1/2 butir kelapa
Santan Encer dari 1/2 butir kelapa
Lengkuas
Daun Salam
Garam kalau perlu
Gula merah
Minyak untuk menumis

Cara Membuat :
1. Tumis bawang merah dan bawang putih sampai harum, tambahkan cabe, tauco, serai, lengkuas, dan daun salam.
2. Masukkan tauco dan udang, aduk sampai udang matang, masukkan santan encer. Tambahkan gula, biarkan mendidih. Icipi dulu kalau kurang asin baru tambahkan garam, karena tauconya sudah asin.
3. Setelah mendidih baru tambahkan santan kental. Aduk2 jangan sampai santan pecah supaya bagus tampilannya.
4. Icipi sekali lagi, kalau sudah pas asin manisnya biarkan agak asat (berkurang kuahnya).
5. Angkat dan Sajikan.....
6. Selamat Mencoba.

Selasa, 25 Januari 2011

Donat

Bahan A :
- 500 gr terigu segitiga
- 11 gr ragi instant
- 200 ml susu cair dingin
- 4 btr kuning telur

Bahan B :
- 100 gr mentega tawar
- 1 sdt garam

Cara Membuat :
1. Aduk bahan A, uleni hingga setengah kalis lalu masukkan bahan B, uleni hingga kalis elsatis.
2. Bulatkan adonan dan istirahatkan 10 menit, lalu timbang @ 50 gr.
3. Bulatkan mulus, tata di loyang yang sudah ditaburi tepung, istirahatkan 20 menit, lubangi tengahnya dan goreng.
4. Angkat, dan tiriskan.
5. Beri topping sesuai selera pada saat donat sudah dingin.
6. Selamat Mencoba.

Happy Valentine

Tradisi Kue Keranjang


Tradisi perayaan tahun baru Imlek juga tampak dari hidangan kue yang disajikan. Salah satu ciri khas kue yang cukup populer dimasa perayaan tahun baru Imlek ini yakni kue keranjang bulat.

“Keberadaan kue keranjang bulat ini bukan sekadar tradisi begitu saja, akan tetapi ada kisah yang melatar belakangi, mengapa sampai perayaan Imlek itu menghidangkan kue keranjang?” tutur tokoh Tionghoa, XF Asali (Lie Sau Fat) .

Dijelaskan, dalam kepercayaan zaman dahulu, rakyat Tiongkok percaya bahwa anglo (tempat masak) dalam dapur di setiap rumah ada dewa-nya yang dikirim oleh Yik Huang Shang Ti (Raja Surga). Dewa itu juga sering dikenal dengan sebutan Dewa Tungku, yang ditugaskan untuk mengawasi segala tindak tanduk dari setiap rumah dalam menyediakan masakan setiap hari.

Maka setiap akhir tahun tanggal 24 bulan 12 Imlek (atau h-6 tahun baru), Dewa Tungku akan pulang ke surga serta melaporkan tugasnya kepada Raja Surga. Maka untuk menghindarkan hal-hal yang tidak menyenangkan bagi rakyat, timbullah gagasan untuk memberikan hidangan yang menyenangkan atau hal-hal yang dapat membuat Dewa Tungku tidak murka. Sehingga nantinya, jika ia laporan ke Raja Surga, menyampaikan laporan yang baik-baik dari rakyat yang diawasinya.

Bagaimana caranya supaya Dewa Tungku tidak murka, yang menyampaikan laporan baik-baik saja pada Raja Surga? Akhirnya, warga pun mencari bentuk sajian yang manis, yakni kue yang disajikan dalam keranjang. Maka disebutlah kue keranjang, yang sudah mentradisi setiap tahun disajikan untuk merayakan tahun baru Imlek.

Dalam menyajikan kue untuk Dewa Tungku, kue keranjang yang manis tersebut, juga ditentukan bentuknya yakni harus bulat. Hal ini bermakna, keluarga yang merayakan Imlek tersebut dapat berkumpul (minimal) satu tahun sekali, serta tetap menjadi keluarga yang bersatu, rukun, bulat tekad dalam menghadapi tahun baru yang akan datang. Tradisi ini pun dibawa terus secara turun temurun, sampai sekarang ini.

Kini, kue keranjang tersebut sudah mulai banyak di pasar, dengan ukuran yang kecil sampai yang besar. Dalam kepercayaan, kue tersebut juga disajikan di depan altar, atau di dekat tempat sembahyang di rumah. Semua ini, disajikan dalam rangka menyambut tahun baru Imlek, yang sekarang ini hanya tinggal beberapa hari lagi. Maka sudah seharusnya, kue keranjang tersebut sudah disajikan, agar Dewa Tungku tidak murka.

Ternyata tradisi kue keranjang ini juga tidak hanya oleh warga Tionghoa merayakan Imlek, hari raya Idul Fitri pun ada umat Islam yang menyuguhkan kue keranjang, yang sudah memasyarakat itu. Artinya, kue tersebut sudah menjadi milik masyarakat luas, yang sudah tidak asing lagi.

Bentuk-bentuknya juga bermacam-macam, dari yang kecil sampai yang besar, namun rasanya yang khas, menjadikan kue keranjang diminati oleh banyak orang. Tak hanya itu, kue keranjang juga dikenal cukup awet dan tahan beberapa hari. Sehingga, dapat disajikan kapan saja. Bahkan, setelah Imlek pun juga masih dapat disajikan.

Sumber : www.dnaberita.com


Nasi Goreng Cumi


Efek positif game cooking mama, si nonik tiba-tiba minta dibuatin nasi goreng cumi pake resep di game... ada-ada aja..., jadi mama cooking deh.... hasilnya enak..enak..enak...

Bahan :
- Nasi putih
- Bawang putih cincang
- Cabe keriting iris tipis boleh miring boleh bulat sesuai selera
- Telur, kocok lepas
- Garam, merica, kecap, saus tomat
- Minyak / mentega untuk menumis
- hampir lupa... so pasti cumi yang sudah dibersihkan sampai putih mulus, dikerat-kerat kotak

Cara membuat :
1. Tumis bawang putih sampe harum, masukkan telur lalu aduk2
2. Masukkan cabe, gongsreng2 lalu tambahkan nasi... gongsreng2 lagi sebentar
3. Tambahkan garam, merica, kecap manis, saus tomat, dan bumbu kaldu ayam (kalau mau)
4. Aduk rata.
5. Sajikan hangat, taburi bawang goreng.....
6. Taraaaaa............ jadi deh mama cooking.... :)

Oseng-oseng Kikil


Bahan :
250 gram Kikil sapi potong2 kecil
5 bh bawang merah iris tipis
3 siung bawang putih iris tipis
5 bh cabe hijau besar potong bulat 1 cm
5 bh cabe merah besar potong bulat 1 cm
1 cm lengkuas geprek
2 lembar daun salam
kecap manis, garam, gula pasir, merica secukupnya
Minyak goreng buat menumis
Cara membuat :
1. Tumis bawang merah dan bawang putih sampai harum
2. Masukkan cabe, lengkuas, dan daun salam
3. Masukkan kikil, aduk2. Tambahkan kecap manis, garam, gula, merica
4. Aduk hingga kecap merata.
5. Angkat, santap selagi hangat dengan nasi yang masih kepul2... hmmm yummy... :)

Si Landak Imoet


Bakpau, cemilan favorite sekeluarga. Penasaran.. bikin bakpau cuma empuk pas keluar dari kukusan.. setelah melalui percobaan dengan berbagai resep baik online maupun offline.. ketemu deh resep yang kelihatannya oke bener... sekali coba berhasil..berhasil...berhasil..... hurraayyy..... Dora mode on... wkwkwk...

Resep Bakpau Mini ala NCC

Bahan A:
400 gr tepung terigu protein rendah
100 gr tepung Tang Mien
11 gr ragi instan
25 gr susu bubuk
100 gr gula halus
5 gr Baking Powder

Bahan B:
275 cc air dingin

Bahan C :
70 gr mentega putih
5 gr garam halus


Cara membuat:

  1. Campur bahan A, aduk rata. Tuangi Bahan B, uleni hingga bergumpal-gumpal. Beri bahan C, uleni terus hingga kalis elastis.
  2. Timbang adonan 30gr, bulatkan hingga licin. Istirahatkan selama 30 menit.
  3. Tipiskan adonan, beri bahan isi, bulatkan atau bentuk sesuai selera. Istirahatkan lagi selama lk. 20 menit hingga mengembang ringan.
  4. Kukus Bakpaow 20 menit hingga matang.

Terima kasih Bu Fat...